
Melihat senyum ceria Si Kecil dengan deretan gigi yang bersih tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Namun, menjaga kesehatan gigi anak seringkali menjadi tantangan. Mulai dari drama malas menyikat gigi hingga kebiasaan mengonsumsi makanan manis, semuanya bisa menjadi ancaman bagi gigi susu mereka.
Banyak yang beranggapan bahwa gigi susu yang berlubang tidak perlu dikhawatirkan karena nanti akan digantikan oleh gigi permanen. Padahal, kerusakan pada gigi susu dapat menyebabkan nyeri hebat, mengganggu asupan nutrisi, hingga mempengaruhi pertumbuhan rahang dan gigi dewasanya kelak.
Agar senyum Si Kecil tetap sehat, berikut adalah tips menjaga kesehatan gigi anak yang bisa Ayah dan Bunda terapkan di rumah:
1. Biasakan Sikat Gigi Dua Kali Sehari
Jadikan menyikat gigi sebagai rutinitas wajib yang menyenangkan, bukan hukuman. Pastikan anak menyikat giginya dua kali sehari: pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Saat malam hari, produksi air liur berkurang, sehingga sisa makanan yang tertinggal akan lebih cepat diubah menjadi asam oleh bakteri perusak gigi.
2. Pilih Sikat dan Pasta Gigi yang Tepat
Gunakan sikat gigi berbulu lembut dengan kepala sikat berukuran kecil agar dapat menjangkau seluruh bagian mulut anak. Selain itu, gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk membantu memperkuat lapisan email gigi. Cukup gunakan sebesar biji beras untuk anak di bawah usia 3 tahun, dan sebesar biji polong untuk anak usia 3-6 tahun.
3. Ajarkan Teknik Menyikat Gigi yang Benar
Bukan sekadar maju-mundur, ajarkan anak teknik menyikat gigi dengan gerakan memutar kecil (sirkular) dari arah gusi ke gigi. Pastikan semua permukaan gigi—bagian depan, belakang, hingga permukaan untuk mengunyah—tersikat dengan bersih. Ayah dan Bunda bisa menemani dan mencontohkan langsung di depan cermin.
4. Batasi Camilan Manis dan Lengket
Seperti yang kita tahu, permen, cokelat, dan biskuit manis adalah penyumbang utama gigi berlubang (karies). Batasi konsumsinya dan pastikan anak berkumur dengan air putih setelah makan makanan manis. Alihkan camilan mereka ke pilihan yang lebih sehat seperti buah-buahan segar atau keju.
5. Rutin Cek ke Dokter Gigi Setiap 6 Bulan
Ini adalah langkah yang paling sering terlewatkan. Jangan menunggu gigi anak sakit, bengkak, atau berlubang parah untuk membawanya ke dokter gigi. Kunjungan rutin setiap 6 bulan sekali sangat penting untuk mendeteksi masalah gigi sejak dini dan membiasakan anak agar tidak takut dengan suasana ruang praktik dokter gigi.
Percayakan Kesehatan Gigi Si Kecil di Poli Gigi Puskesmas Parigi
Menjaga kesehatan gigi anak tidak harus dilakukan sendirian. Puskesmas Parigi hadir sebagai sahabat keluarga Anda dengan menghadirkan layanan Poli Gigi & Mulut yang ramah anak, nyaman, dan didukung oleh dokter gigi serta perawat gigi yang profesional.
Kami memahami bahwa kunjungan ke dokter gigi bisa menjadi pengalaman yang menakutkan bagi anak-anak. Oleh karena itu, tenaga medis kami dilatih untuk melakukan pendekatan yang sabar, hangat, dan edukatif, sehingga Si Kecil merasa aman saat diperiksa.
Keunggulan Poli Gigi Puskesmas Parigi:
- Pemeriksaan rutin dan deteksi dini karies gigi pada anak.
- Tindakan penambalan dan pencabutan gigi susu tanpa trauma.
- Edukasi kebersihan mulut langsung kepada anak dan orang tua.
- Sistem antrean Puskesmas Digital Parigi yang memungkinkan Anda mendaftar secara online, sehingga anak tidak perlu rewel menunggu lama di ruang tunggu.
Ayo, jadwalkan kunjungan gigi Si Kecil hari ini! Jangan tunda kesehatan senyum buah hati Anda. Dapatkan informasi lengkap mengenai jadwal dokter gigi dan layanan pendaftaran daring (online) kami hanya di website resmi Puskesmas Parigi.
Baca juga: Wujud Cinta untuk Orang Tua: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Lansia Secara Rutin
Wujudkan Senyum Sehat Anak Indonesia Bersama Kami https://pkmparigi.pangandarankab.go.id/.